.Catatan Harian Ana.

Perubahan Makna Kata

Posted on: Maret 20, 2010

Macam-macam
Perubahan Makna Kata

  1. Meluas
  2. Menyempit
  3. Amelioratif
  4. Peyoratif
  5. Sinestesia
  6. Asosiatif

  1. Meluas (generalisasi)

Cakupan makna sekarang (kini) lebih luas daripada makna yang                 lama.

Contoh :

a.  Pelayaran ke negara Perancis itu dipimpin oleh Kapten             Sugianto.

  • Kata pelayaran makna dulu atau asalnya mengarungi lautan dengan perahu layar.
  • Kini kata pelayaran bermakna  mengarungi lautan dengan kapal              bermesin.

b. Siapa yang Ibu cari di sini?

  • Kata ibu memiliki makna asal orangtua kandung yang wanita.
  • Kata ibu saat dapat untuk menyebut wanita yang berkedudukan lebih tinggi daripada kita.

c.  Pak Ari akhirnya menduduki kursi direktur di perusahaan itu.

  • Kata kursi memiliki makna asal tempat duduk yang berkaki dan bersandaran.
  • Kata kursi kini memiliki makna kedudukan atau jabatan.

d. Saat peringatan hari Kartini anak putra dan putri mengenakan pakaian nasional.

  • Kata putra dan putri semula digunakan hanya untuk menyebut anak-anak raja.
  • Kata putra-putri pada kalimat tersebut untuk menyebut anak laki-laki dan perempuan pada umumnya.

2. Menyempit (spesialisasi)

Cakupan makna kata yang sekarang lebih sempit atau terbatas daripada makna yang dulu atau makna asalnya.

Contoh :

a.  Saya bercita-cita ingin menjadi sarjana pendidikan.

  • Kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut cendekiawan atau orang pintar atau orang berilmu.
  • Sekarang kata sarjana dipakai untuk menyebut orang yang telah lulus dari jenjang strata satu di perguruan tinggi

b. Sekarang ini di kota-kota besar banyak terdapat  biro jasa yang menyalurkan  para pembantu.

  • Makna asal kata pembantu Ü  orang yang membantu.
  • Sekarang kata pembantu dipakai untuk menyebut pembantu rumah tangga atau pelayan.

c.  Dari tadi aku mencium bau bangkai di sekitar sini.

  • Makna asal kata bau F semua jenis bau-bauan (wangi dan tidak enak).
  • Kini kata bau lebih mengarah pada makna bau tidak enak/busuk.

d.  Ustad Harun sedang pergi     melakukan ibadah umroh.

  • Makna asal kata ustad guru.
  • Makna kata ustad yang sekarang terbatas pada guru mengaji atau guru agama Islam.
  1. Membaik (Amelioratif)

Suatu proses perubahan makna yang

membuat makna kata baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada makna kata lama.

Contoh :

a.  Anak-anak penyandang tunarungu pun berhak mengeyam pendidikan.

Kata tunarungu dirasakan lebih halus dan sopan nilai  rasa bahasanya daripada kata tuli.

bDalam acara perpisahan siswa kelas III kepala sekolah hadir     bersama istri.

  • Kata istri dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya    daripada kata bini.

c.  Jenazah para korban kecelakaan itu dibawa ke rumah sakit           terdekat untuk diotopsi.

  • Kata jenazah dirasakan lebih baik nilai rasa  bahasanya daripada kata bangkai atau mayat.

d. Pada hari ini kakakku akan menikah.

  • Kata menikah nilai rasa bahasanya lebih halus atau lebih baik daripada digunakan kata kawin.

4. Memburuk (Peyoratif)

Suatu proses perubahan makna yang membuat makna kata baru               dirasakan lebih rendah nilai rasa bahasanya daripada nilai pada    makna kata lama.

Contoh :

a. Direktur perusahaan ini ternyata berbini tiga.

  • Kata bini dianggap baik pada masa lampau, tetapi sekarang dirasakan kasar.

b.  Empat narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan itu.

  • Kata  kabur dianggap baik pada masa lampau, yaitu lari, tetapi   sekarang dirasakan kurang baik, yaitu menghilang.

c.  Orang itu dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja.

v  Kata dipecat untuk pemakaian sekarang nilai rasanya kurang sopan.  Sekarang masyarakat lebih senang menggunakan kata di-PHK atau dirumahkan.

d.  Kaki tangan teroris berhasil dibekuk  polisi.

v  Kata kaki tangan dulu berarti kaki dan tangan, tetapi sekarang dipakai dalam arti yang kurang baik, yaitu mata-mata atau orang yang diperalat orang lain untuk membantu.

5. Sinestesia

Perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan.

Misalnya:

pengecap pendengaran

pendengaran pengecap

penglihatan pengecap

Contoh :

a.Suara penyanyi Erni Johan sampai saat ini masih empuk.

Kata empuk sebenarnya yang merasakan adalah indra peraba (kulit) dengan makna lunak atau tidak keras.

Akan tetapi, pada kalimat tersebut kata empuk yang merasakan adalah indra pendengar( telinga) dengan makna merdu.

b. Pidatonya hambar.

Kata hambar sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna tawar atau tidak ada rasanya.

Kata hambar dalam kalimat tersebut yang merasakan indra pendengar (telinga) dengan makna monoton atau kurang menggairahkan

c. Model bajunya manis.

Kata manis sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna legi atau rasa seperti rasa gula.

Dalam kalimat tersebut kata manis yang menangkap adalah indra penglihatan (mata) dengan makna menarik.

d.  Permen itu ramai rasanya.

Kata ramai sebenarnya yang merasakan adalah indra pendengaran dengan makna riuh rendah,meriah,orang banyak.

Akan tetapi, dalam kalimat tersebut kata ramai yang merasakan adalah indra pengecap dengan makna bermacam-macam.

6.  Asosiatif

Perubahan makna kata yang terjadi

karena persamaan sifat.

Contoh :

a.  Orang itu mencatut nama pejabat untuk mencari sumbangan.

  • Kata catut berarti alat untuk menarik

atau mencabut paku dan sebagainya.

  • Berdasarkan persamaan sifat ini, kata

catut dipakai untuk menyatakan makna mengambil sesuatu yang bukan  haknya.

b.  Beri dia amplop untuk melancarkan urusan kita.

  • Kata amplop berarti alat untuk menyimpan surat.
  • Berdasarkan sifat ini, kata amplop dipakai untuk menyatakan makna  memberi uang sogokan.

c.  Menurut kacamata saya, perbuatan Anda tidak benar.

  • Kata kacamata memiliki makna lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan.
  • Kata kacamata pada kalimat tersebut berarti pandangan seseorang terhadap suatu hal.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: